Tugas keempat ini membahas
mengenai Siklus Akuntansi. Keterkaitan siklus akuntansi dengan ERP adalah dalam
menjalankan proses bisnis di perusahaan, transaksi finansial merupakan hal yang
pasti ada dan berkesinambungan dari waktu ke waktu.
Untuk memahami proses
finansial maka mahasiswa ditugaskan untuk menyelesaikan siklus akuntansi PT.
BERKAH dengan membuat suatu laporan keuangan.
Laporan Keuangan
adalah hasil akhir dari suatu proses akuntansi, yaitu ekuivalen pengumpulan dan
pengolahan data keuangan untuk disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Dalam
menyusun laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dapat diterimas
secara umum, prinsip prinsip akuntansi,prosedur-prosedur, metode-metode, serta
teknik segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dinamakan
siklus akuntansi.
Siklus Akuntansi penyediaan
laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini
dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir
suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat
dinyatakan sebagai berikut:
1.
Transaksi Usaha
2.
Pembuatan Bukti Asli
3.
Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)
4.
Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan
5.
Neraca Lajur Penyesuaian
6.
Laporan Keuangan
7.
Jurnal Penutup
8.
Neraca Saldo setelah Penutupan
1.
TRANSAKSI USAHA
Transaksi usaha adalah kejadian yang dapat
mempengaruhi posisi keuangan dari suatu badan usaha dan juga sebagai hal yang handal/wajar
untuk dicatat.3 Transaksi ini biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen.
Sebagai contoh transaksi yang dapat terjadi
dalam suatu perusahaan adalah: pembayaran rekening telepon bulanan, pembelian
barang dagangan secara kredit, pembelian tanah dan gedung, dan lain sebagainya.
2.
PEMBUATAN BUKTI ASLI
Bukti-bukti asli yang dapat mendukung setiap
terjadinya transaksinya transaksi antara lain : kwitansi, faktur dan bentuk –
bentuk lain.
·
Kwitansi; Kwitansi merupakan bukti bahwa
seseorang atau badan hukum telah menerima sejumlah uang tunai.
·
Faktur Penjualan atau Pembelian; Setiap
penjualan secara kredit memerlukan bukti yang disebut faktur. Bagi si penjual
faktur tersebut merupakan faktur penjualan sebaliknya faktur yang dikirimkan
kepada sipembeli merupakan faktur pembelian.
3. PENCATATAN DALAM BUKU HARIAN (JURNAL)
Proses pencatatan mengikuti lima langkah
berikut ini:
a) Mengidentifikasikan
transaksi dari dokumen sumbernya.
b) Menentukan setiap
perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut dan mengklasifikasikan
berdasarkan jenisnya (aktiva, kewajiban atau modal).
c) Menetapkan apakah
setiap perkiraan tersebut mengalami penambahan atau pengurangan yang disebabkan
oleh transaksi itu.
d) Menetapkan apakah
harus mendebet atau mengkredit perkiraan.
e) Memasukkan transaksi
tersebut kedalam jurnal.
4.
PENCATATAN BUKU BESAR DAN BUKU
TAMBAHAN
a. Buku
Besar (Ledger)
Untuk memudahkan
menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang memerlukannya
terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun
didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan
menurut jenisnya. Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut
dinamakan menyusun buku besar besar itu merupakan penggolongan perkiraan
menurut jenisnya.
Jumlah buku besar yang
dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenis perkiraan yang ditimbulkan
oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing jenis
besarnya sendiri- sendiri.
b. Buku Tambahan (Sub
Ledger)
Beberapa perkiraan memerlukan penjelasan
secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca dan Perhitungan Laba-Rugi.
Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita berpiutang (nama
langganan) dan berapa saldo masing-masing langganan. Pada perkiraan hutang
diperlukan penjelasan kepada siapa kita berhutang (nama kreditur) dan berapa
saldo masing-masing kreditur.
Untuk mengetahui perubahan saldo dari
tiap-tiap langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk tiap langganan/kreditur.
Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku besar tambahan (buku
tambahan). Perkiraan masing-masing langganan yang membentuk buku besar
tambahan disebut buku besar langganan (buku besar piutang). Demikian juga
perkiraan masing-masing kreditor yang membentuk buku besar tambahan disebut
buku besar kreditor (buku besar hutang).
5. NERACA LAJUR
Neraca saldo adalah suatu daftar dari
saldo-saldo perkiraan ini, dan karenanya menunjukkan apakah total debet sama
dengan total kredit. Jadi suatu neraca saldo merupakan suatu alat untuk
mengecek atas kecermatan pencatatan dan pembukuan.
Dalam neraca saldo terdapat hampir semua
perkiraan pendapatan dan beban perusahaan. Dikatakan hampir semua, karena masih
ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh lebih dari satu periode
akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang belum
disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian.
Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal
yang dibuat pada akhir periode untuk menempatkan pendapatan pada periode dimana
pendapatan tersebut dihasilkan dan beban pada periode dimana beban itu terjadi.
Perkiraan-perkiraan
yang memerlukan penyesuaian antara lain ialah:
1. Biaya-biaya yang
masih harus dibayar
2. Pendapatan yang
masih harus diterirna
3. Biaya-biaya yang
dibayar lebih dahulu
4. Pendapatan yang
diterima lebih dahulu
5. Penyusutan
bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
6. Pemakaian
perlengkapan (office supplies dan store supplies)
7. Kemungkinan piutang
tidak dapat tertagih
6.
LAPORAN KEUANGAN
Cara penyiapan laporan keuangan yang terbaik
adalah mempersiapkan laporan laba rugi terlebih dahulu, disusul dengan laporan
perubahan posisi keuangan dan terakhir adalah neraca. Elemen penting yang harus
ada dalam laporan keuangan adalah: nama perusahaan, nama laporan, tanggal atau
periode yang dicakup laporan, rangka laporan tersebut.
a) Laporan laba rugi
mencerminkan laba bersih atau kerugian bersih yang diperoleh dengan
mengurangkan beban dari pendapatan. Karena pendapatan dan beban juga merupakan
perkiraan Laporan Perubahan
b) Modal adalah dalam
neraca, jadi nilai sisa akhir dalam Laporan Perubahan Posisi Keuangan akan
dipindahkan kedalam neraca. Nilai ini merupakan elemen keseimbangan yang paling
akhir dalam neraca.
7.
JURNAL PENUTUP
Jurnal Penutup ialah jurnal yang memindahkan
nilai sisa pendapatan, beban, dan pengambilan pribadi dari masing-masing
perkiraan ke dalam perkiraan modal.
8.
NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
Siklus akuntansi akan berakhir dengan
neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah penutupan adalah pengujian
terakhir mengenai ketepatan penjurnalan dan pemindah bukuan ayat jurnal penyesuaian
dan penutupan. Seperti halnya neraca saldo yang terdapat pada awal pembuatan
neraca lajur, neraca saldo setelah penutupan adalah daftar seluruh perkiraan
dengan nilai sisanya.
Berikut merupakan data awal (soal) yang terdapat pada PT. BERKAH:
Dan penyelesaian untuk Laporan Keuangan PT. BERKAH dari KELOMPOK 11 adalah sebagai berikut: