Kamis, 01 Mei 2014

TUGAS 6 ERP - CARA MENGINSTALL OPENERP

OpenERP

OpenERP adalah aplikasi open-source guna memanajemen ERP sebuah usaha atau lebih tepatnya ERP sebuah perusahaan. OpenERP memiliki tampilan yang cukup minimalis. Didalamnya tercantunm manajemen penjualan, logistik, akutansi, pemberdayaan pekerja, dan produksi. Dengan sebuah aplikasi OpnERP diharap ERP sebuah perusahaan dapat dijalankan semaksimum mungkin tanpa mengurangi unsur-unsur lain dalam usaha didalamnya

INSTALASI
►  Download OpenERP
Untuk mengunduh installer aplikasi OpenERP server complete all in one Anda dapat mengunjungi situs OpenERP yaitu www.openerp.com. Di dalamnya ada bundling OpenERP server dan PostgreSQL server.

►  Menginstal OpenERP
Berikut merupakan tahapan dalam instalasi "OpenERP" :
1.     
Buka file setup OpenERP, lalu install program.
 





  

2.      Setelah selesai diinstall, OpenERP akan terbuka pada internet browser Anda.
3.      Buat database sesuai perusahaan/kepentingan Anda.

  




4.      Aplikasi OpenERP untuk database yang dibuat juga telah diciptakan. Namun dalam hal ini, tampilan yang Anda lihat adalah tampilan dimana modul-modul yang siap di-install. Bukan tampilan menu-menu aplikasi. Menu yang tersedia diawal hanya menu setting.



Selanjutnya kita harus menginstall modul-modul tersebut, modul tersebut yang nantinya akan membantu kita dalam pengelolaan openERP

5.      Untuk meng-install modul, pilih menu setting lalu ke menu apps, lalu install modul yang diinginkan.
6.      Sebelum meng-install modul secara online, Anda harus terlebih dahulu sign in pada situs OpenERP, jika belum mempunyai akun, Anda harus meregister dengan sign up terlebih dahulu.





Dalam hal ini terdapat 4 wilayah besar work group dari modul-modul tersebut. Antara lain:

·         Accounting and Finance


Pilih data akunting yang sesuai dengan perusahaan Anda, seperti kalender fiskal, mata uang, dan tingkat pajak.





·         Purchase Management



·         Recruitment Process



·         Sales Management





Dengan terinstalasinya 4 modul dasar yang diperlukan, maka aplikasi OpenERP dapat digunakan untuk membantu proses bisnis perusahaan Anda. dan bila diperlukan, Anda dapat menginstall modul-modul lain yang sesuai kebutuhan.

Berikut merupakan video cara menginstall aplikasi OpenERP pada perangkat komputer Anda:


Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada file berikut ini Cara Menginstall OpenERP.pdf






TUGAS 4 ERP - SIKLUS AKUNTANSI

Tugas keempat ini membahas mengenai Siklus Akuntansi. Keterkaitan siklus akuntansi dengan ERP adalah dalam menjalankan proses bisnis di perusahaan, transaksi finansial merupakan hal yang pasti ada dan berkesinambungan dari waktu ke waktu.

Untuk memahami proses finansial maka mahasiswa ditugaskan untuk menyelesaikan siklus akuntansi PT. BERKAH dengan membuat suatu laporan keuangan.

Laporan Keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses akuntansi, yaitu ekuivalen pengumpulan dan pengolahan data keuangan untuk disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Dalam menyusun laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dapat diterimas secara umum, prinsip prinsip akuntansi,prosedur-prosedur, metode-metode, serta teknik segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dinamakan siklus akuntansi.

Siklus Akuntansi penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut: 
1.                   Transaksi Usaha
2.                   Pembuatan Bukti Asli
3.                   Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)
4.                   Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan
5.                   Neraca Lajur Penyesuaian
6.                   Laporan Keuangan
7.                   Jurnal Penutup
8.                   Neraca Saldo setelah Penutupan


1.       TRANSAKSI USAHA
Transaksi usaha adalah kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan dari suatu badan usaha dan juga sebagai hal yang handal/wajar untuk dicatat.3 Transaksi ini biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen.
Sebagai contoh transaksi yang dapat terjadi dalam suatu perusahaan adalah: pembayaran rekening telepon bulanan, pembelian barang dagangan secara kredit, pembelian tanah dan gedung, dan lain sebagainya.

2.       PEMBUATAN BUKTI ASLI
Bukti-bukti asli yang dapat mendukung setiap terjadinya transaksinya transaksi antara lain : kwitansi, faktur dan bentuk – bentuk lain.
·         Kwitansi; Kwitansi merupakan bukti bahwa seseorang atau badan hukum telah menerima sejumlah uang tunai.
·         Faktur Penjualan atau Pembelian; Setiap penjualan secara kredit memerlukan bukti yang disebut faktur. Bagi si penjual faktur tersebut merupakan faktur penjualan sebaliknya faktur yang dikirimkan kepada sipembeli merupakan faktur pembelian.
                
3.      PENCATATAN DALAM BUKU HARIAN (JURNAL)
Proses pencatatan mengikuti lima langkah berikut ini:
a)      Mengidentifikasikan transaksi dari dokumen sumbernya.
b)  Menentukan setiap perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut dan mengklasifikasikan berdasarkan jenisnya (aktiva, kewajiban atau modal).
c)   Menetapkan apakah setiap perkiraan tersebut mengalami penambahan atau pengurangan yang disebabkan oleh transaksi itu.
d)     Menetapkan apakah harus mendebet atau mengkredit perkiraan.
e)      Memasukkan transaksi tersebut kedalam jurnal.


4.      PENCATATAN BUKU BESAR DAN BUKU TAMBAHAN
a. Buku Besar (Ledger)
Untuk memudahkan menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang memerlukannya terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya. Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut dinamakan menyusun buku besar besar itu merupakan penggolongan perkiraan menurut jenisnya.
Jumlah buku besar yang dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenis perkiraan yang ditimbulkan oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing jenis besarnya sendiri- sendiri.

b. Buku Tambahan (Sub Ledger)
Beberapa perkiraan memerlukan penjelasan secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca dan Perhitungan Laba-Rugi. Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita berpiutang (nama langganan) dan berapa saldo masing-masing langganan. Pada perkiraan hutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita berhutang (nama kreditur) dan berapa saldo masing-masing kreditur.
Untuk mengetahui perubahan saldo dari tiap-tiap langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk tiap langganan/kreditur. Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku besar tambahan (buku tambahan). Perkiraan masing-masing langganan yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar langganan (buku besar piutang). Demikian juga perkiraan masing-masing kreditor yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar kreditor (buku besar hutang).


5.      NERACA LAJUR
Neraca saldo adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, dan karenanya menunjukkan apakah total debet sama dengan total kredit. Jadi suatu neraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek atas kecermatan pencatatan dan pembukuan.
Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan. Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian.

Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menempatkan pendapatan pada periode dimana pendapatan tersebut dihasilkan dan beban pada periode dimana beban itu terjadi.
Perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian antara lain ialah:
1. Biaya-biaya yang masih harus dibayar
2. Pendapatan yang masih harus diterirna
3. Biaya-biaya yang dibayar lebih dahulu
4. Pendapatan yang diterima lebih dahulu
5. Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
6. Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies)
7. Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih


6.      LAPORAN KEUANGAN
Cara penyiapan laporan keuangan yang terbaik adalah mempersiapkan laporan laba rugi terlebih dahulu, disusul dengan laporan perubahan posisi keuangan dan terakhir adalah neraca. Elemen penting yang harus ada dalam laporan keuangan adalah: nama perusahaan, nama laporan, tanggal atau periode yang dicakup laporan, rangka laporan tersebut.
a)      Laporan laba rugi mencerminkan laba bersih atau kerugian bersih yang diperoleh dengan mengurangkan beban dari pendapatan. Karena pendapatan dan beban juga merupakan perkiraan Laporan Perubahan
b)      Modal adalah dalam neraca, jadi nilai sisa akhir dalam Laporan Perubahan Posisi Keuangan akan dipindahkan kedalam neraca. Nilai ini merupakan elemen keseimbangan yang paling akhir dalam neraca.


7.      JURNAL PENUTUP
Jurnal Penutup ialah jurnal yang memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan pengambilan pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraan modal.

8.      NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
Siklus akuntansi akan berakhir dengan neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah penutupan adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan penjurnalan dan pemindah bukuan ayat jurnal penyesuaian dan penutupan. Seperti halnya neraca saldo yang terdapat pada awal pembuatan neraca lajur, neraca saldo setelah penutupan adalah daftar seluruh perkiraan dengan nilai sisanya.


Berikut merupakan data awal (soal) yang terdapat pada PT. BERKAH:
Dan penyelesaian untuk Laporan Keuangan PT. BERKAH dari KELOMPOK 11 adalah sebagai berikut: